Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 11 to 18 of 18

Thread: Dawning Day: A Tale of The Dreamers

  1. #11

    Default 1. Here Where The Dreams Began

    Part Two. In Dreams We’re Equal

    Ketika Travian Land diproklamirkan, Travian Dream dirumuskan sebagai sebuah kondisi ideal bahwa setiap warga negara memiliki peluang yang sama untuk mencapai kesuksesan dan kemakmuran melalui kerja keras, tekad, dan inisiatif mereka. Itulah yang membuat bukan hanya raja-raja, para pangeran, maupun ksatria yang berhijrah ke negeri itu demi menggenggam mimpi-mimpi mereka.

    Tersebutlah seorang saudagar kaya bernama WANGZ yang berusaha membangun kerajaan bisnisnya di barat daya. Ada pula DENZEL, seorang pria sederhana yang datang seorang diri untuk siap membangun persahabatan dan pertentanggaan yang baik dengan teman-teman baru di tanah itu.

    Hampir sama seperti Anthony. Pria muda yang belum cukup berpengalaman menjelajah Travian Land ini menapakkan kakinya di barat laut. Masih cukup buta dengan dunia yang akan ia hadapi, ia mempercayakan arah perjalanannya pada insting Jack, sahabatnya yang telah lebih dulu malang melintang dalam menjelajahi Travian Land. Dan karena niat awalnya menjajaki dunia travian sekedar untuk bersantai, ia pun membangun villa DUBNATION, berharap teman-teman yang bersorak untuk Golden State Warriors di kehidupan lainnya, juga teman-teman barunya nanti dapat singgah di villanya yang nyaman.

    Adapun Jack, menapaki tanah baru itu dibayangi akan pengkhianatan seorang teman yang membelot ke pihak lawan ketika perjuangan menemui masa sulit di era sebelumnya. Ia pun memilih TRAITOR sebagai titelnya, sebagai pengingat baginya dan kawan-kawan barunya nanti, bahwa ia tidak akan pernah memaafkan karakter tersebut.



    Di tengah banyaknya gelombang imigran pria yang memasuki Travian Land, seorang wanita dengan gaun sutra halus bermotif brokat warna emas terlihat menaiki kudanya dengan percaya diri. Punggungnya tegak, tatapannya tajam, dagunya sedikit terangkat. Dan dari cara berbicaranya dengan para pengiring di samping kanan kirinya yang tegas, pemilihan kata yang rapi dan bahasanya yang tinggi, sedikit terdengar bossy, jelaslah ia seorang putri bangsawan yang tahu betul bagaimana menempatkan dirinya untuk mendapat respek orang lain di sekitarnya.

    Dalam benak putri bangsawan tersebut terngiang satu pesan ayahnya sebelum ia berangkat ke Travian Land. ‘Putriku, kemuliaan dan kebangsawanan ini harus dipertahankan. Pilihlah orang terdekatmu dengan ketat, dan dapatkan hati mereka yang berada di bawahmu agar nama keluarga kita jaya…’

    Dia telah berangkat ditemani prajurit pengiring terbaik pilihan ayahnya. Ia pun siap untuk membangun kekuatan lebih besar bersama prajurit-prajurit baru yang nanti akan ia jumpai. Meski tak bisa membohongi hatinya, terselip pula satu mimpinya, untuk bisa bertemu dengan Prince Charming di tanah travian itu. Pangeran gagah dengan kuda putihnya, yang ia harap akan berkuda di sampingnya, menemaninya membangun kekuasaannya.

    “Princess Merchily,” panggilan pengawalnya membuyarkan lamunannya. “Kita sudah sampai, Milady…”
    “Oh,” Sang Putri tersadar. “Terima kasih, Panglima Double…”

    Sang Putri pun turun dari kudanya. Ia lalu memerintahkan orang-orangnya untuk membangun kastil di lokasi yang telah dipilih. Sebuah plang nama didirikan untuk menunjukkan wilayah kekuasaan mereka. ‘Kastil NOBLE’, itu yang terpampang di plang nama tersebut.



    Jika di barat daya ada saudagar Wangz, di tenggara juga seorang saudagar mulai membangun kerajaan bisnisnya. Saudagar Hakim dengan perusahaan yang dibangunnya, Jbiw Company. Dia belum menyadari, bahwa tanah yang ia pilih bertetanggaan dengan Lord Aefond, seorang tuan tanah dengan ambisi penguasaan wilayah. Dia sama sekali tak memiliki gambaran akan bagaimana perjalanannya ke depan.

    Mimpi Lord Aefond jelas menghadapi saingan. Karena Ksatria Atsna juga memilih untuk tinggal di tenggara, yang ia anggap sebagai tanah leluhurnya. Kejayaan pernah ia raih sebelumnya, dan telah membesarkan namanya beberapa masa sebelumnya. Ketika itu, dia dan rekan-rekannya berjuang di bawah bendera South Champion bersama para pejuang FREEDOM di barat daya. Kenangan yang jelas menghadirkan mimpi untuk kembali mengulang kejayaan itu. Karenanya, sejak awal perjalanan, Ksatria Atsna dan Pangeran Bogi telah saling bergenggam tangan, berjanji untuk saling menjaga mimpi bersama.



    Sementara itu di penjuru timur laut, seorang ksatria bernama Febriano membuka lahan baru. Tak mau sendiri, ia mengajak teman-temannya untuk hijrah bersamanya. Ajakan yang segera disambut teman-temannya, membuat iring-iringan perpindahan mereka laiknya pindahnya rombongan Prabu Siliwangi dari Galuh ke Pajajaran.

    Adalah Lord Kendrick yang menyambut ajakan tersebut. Sebagai anak tertua di family DEVIL, ia mengajak seluruh adik-adiknya ikut serta bersamanya. Mereka memang tidak berniat membawa mimpi besar kembali menjadi penguasa dan terdepan membangun keajaiban dunia seperti yang pernah mereka lakukan di masa sebelumnya. Mereka hanya ingin menikmati kebersamaan keluarga mereka dan mendukung kawan baru mereka yang mereka jumpai nantinya. Satu hal yang pasti, mereka masih menyimpan kekuatan besar dalam diri mereka.

    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

  2. #12

    Default

    Sudah phi tambahkan bagian kedua dari chapter pertama. Masih berisi perkenalan para pemain saja sebenarnya. Itu pun tidak semuanya, sebagian nanti akan langsung tampil di chapter berikutnya. Anggaplah yang disebut di awal ini adalah main dan most recurring characternya

    Quote Originally Posted by ~F4B~ View Post
    Ninggalin jejak ah, lanjut mak....
    Sial ane d kutuk ma penyihir,,,untung cantik penyihirnya, klo jelek ane pasti kutuk balik...wkwkwkwkwk
    salah siapa milih jadi petani

    Quote Originally Posted by Red is abang View Post
    yeyyyy.. rodo apik lah julukanku saiki...
    tengkyu makkkk... :*


    Quote Originally Posted by the-wish View Post
    turuo,jar...wkwkwkwkwkwk
    siggy mu knp jadi animal, long story about mas deka n emak phi gitu? #tepokjidat
    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

  3. #13
    T-Law's Avatar
    Join Date
    Sep 2015
    Location
    RAVEN Propaganda Center
    Posts
    639

    Default

    kalau bu dokter phi yang nulis pantengin ah.. hahaha

    Proud to be Family Member of:
    RK | DiV | AKR | KlimaX | AKL | =MH= | RvN
    The lion and the calf shall lie down together, but the calf won't get much sleep

  4. #14

    Default

    Quote Originally Posted by T-Law View Post
    kalau bu dokter phi yang nulis pantengin ah.. hahaha
    mksh Kev. semoga bisa phi kelarin juga.
    btw, utangmuuuu... tetep phi tagih, lol
    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

  5. #15

    Default 2. In Dreams Begin Responsibilities

    Part One. Ketika Sang Raja Pergi

    Tak terasa telah sebulan lebih para pemimpi menempati travian land dan merajut cerita di dalamnya. Desa dan kota telah kian tertata dan berkembang. Pertetanggaan dan persahabatan mulai terajut di antara para pemimpi itu. Persekutuan untuk menggalang kekuatan lebih besar juga mulai terbentuk di antara mereka. Meski gesekan, perkelahian, hingga pertumpahdarahan juga tak terhindarkan ketika perebutan sumberdaya dan wilayah tak mampu dijembatani dengan kata-kata.

    Pangeran Bogi tengah sibuk dengan kebunnya pagi itu. Apel-apelnya nampak ranum, siap untuk dipetik. Dia menolehkan kepala ketika didengarnya suara langkah kaki menapaki jalan berbatu yang membelah deretan tanamannya.

    “Atenk,” serunya. “Angin apa yang membawamu kemari sepagi ini?”
    Atenk, sang ksatria F2 pun memamerkan deretan giginya. “Angin segar pagi yang mengingatkan seorang pekerja untuk melapor pada tuannya, Yang Mulia Pangeran…”
    “Shhh…” Pangeran Bogi mengacungkan telunjuknya sambil menunjukkan ekspresi ketidaksukaan.
    “Hahaha,” Atenk tertawa. Ia tahu Sang Pangeran benci dipanggil seperti itu jika bersama dengan teman-temannya. “Ok, ok Bog,” ralat Atenk. “Hanya di aula kerajaan, ok…” ia mengulang satu-satunya tempat di mana panggilan Pangeran itu diperbolehkan.

    “Teman-teman mulai mempertanyakan arah Siorai, Bog,” ujar Atenk. Kali ini mereka berdua tengah duduk di selasar samping kastil Pangeran Bogi. “Juga ketidakjelasan eksistensi King BOB…”
    Pangeran Bogi menghela nafas. Bukan kali ini saja ia tiba-tiba tertimpa beban menjadi ban serep ayah angkatnya. Dua tahun sebelumnya, ia pun merasakan hal yang sama.



    Dia beserta rekan-rekannya adalah kekuatan yang layak diperhitungkan di barat daya, yang hanya mampu diimbangi oleh pejuang Freedom yang dipimpin King BOB waktu itu. Tak mungkin ada dua kepala di satu kuadran, pertempuran pun pecah di antara kedua kekuatan besar itu. Kemenangan di tangan King BOB dan pejuang Freedom, mengokohkan supremasi Freedom atas barat daya. Mereka yang kalah, sebagian menghilang, sebagian tunduk dan bergabung di bawah bendera Freedom.

    Pangeran Bogi adalah bagian dari mereka yang berbesar hati mengakui kekalahannya, dan menyerahkan loyalitasnya kepada King BOB. Sebuah sikap ksatria yang menyentuh hati sang raja. Talenta besar yang dimiliki Pangeran Bogi sayang untuk disia-siakan, menggerakkannya untuk menempatkan sang Pangeran ke posisi terhormat di sampingnya. Mereka berjuang bersama, dan mengokohkan penguasaan mereka atas barat daya. Di akhir, bersama pasukan Ksatria Atsna di tenggara, mereka membentuk persekutuan selatan (South Champion).

    Saat itulah Sang Raja tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Menimpakan seluruh beban pengaturan Freedom, tugas memimpin peperangan, hingga pembangunan keajaiban dunia ke pundaknya. Sang Pangeran dibantu Atenk dan para ksatria lain berhasil mengatasi hal itu, hingga keberhasilan Atsna menyelesaikan keajaiban dunia berhasil mengokohkan kemenangan persekutuan selatan.

    Jadi begitu kali ini, King BOB sekali lagi menghilang tanpa kabar, ia tak terlalu kaget. Begitupun Atenk dan para ksatria yang tergabung dalam pejuang Freedom sebelumnya. Masalahnya adalah, kali ini bukan bendera Freedom yang mereka bawa…

    Atenk adalah jembatan kata antara kedua pangeran, Bogi dan Deka. Sebuah kesepakatan yang menyelamatkan kedua pasukan dari perang saudara yang rawan akan melemahkan kekuatan barat daya di akhir nanti. Oleh King BOB, persekutuan itu dinamai ‘SIORAI’, sebuah nama bermakna ‘eternal’, menyimpan harapan akan abadinya persahabatan dan kerja sama antara mereka.

    Satu hal yang tak sepenuhnya diterima adalah mimpi besar sang raja untuk berkuasa di bawah bendera itu atas seluruh wilayah travian land. Tanpa seleksi yang ketat, sayap persekutuan mereka melebar. Bukan hanya di barat daya, Siorai juga menerima kewarganegaraan mereka yang tinggal di barat laut dan tenggara, satu hal yang juga ditentang oleh Gunkho, sang Menteri Luar Negeri. Dalam sekejap mata, warga Siorai di barat laut harus menghadapi serangan dari Vendetta yang lebih dulu mengklaim barat laut sebagai teritorinya. Padahal, di barat daya sendiri, mereka masih harus menghadapi perlawanan sengit pasukan elit Princess Merchily yang mengibarkan bendera Noble.

    Saat itulah sekali lagi sang raja tiba-tiba menghilang…



    “Kau tak perlu meragukanku barang sedikit pun, Bog,” janji Atenk. “Sesulit apapun pasti aku tetap berjuang di sampingmu demi Siorai…”
    “Aku tak meragukanmu sama sekali, Tenk. Juga teman-teman Freedom sebelumnya,” sahut Pangeran Bogi. Di benaknya, satu per satu berkelebat wajah sang menteri Gunkho, El Yusuf, Nayla, dan teman-teman seperjuangannya. Yang kita pertaruhkan di sini adalah kepercayaan Deka, juga mereka yang baru saja bergabung dengan kita,” Pangeran Bogi menambahkan.
    “Benar Bog,” Atenk membenarkan. Ia membayangkan ada Saudagar Wangz yang telah menginvestasikan modal begitu besar dan bergabung dengan Siorai, keluarga Pangeran Deka, juga dua orang ksatria yang dulu seteru mereka dan kini bergabung bersama mereka.

    “Tenk,” panggil Pangeran Bogi. “Tolong siapkan ruang pertemuan para Ksatria Meja Bundar. Kita akan bahas masa depan Siorai di sana,” pinta Pangeran Bogi.
    “Baik Bog.” Meja Bundar adalah tempat para Ksatria Freedom dulu berkumpul, membicarakan banyak hal.
    “Pastikan kedua saudara kembarmu, Deka, juga Wangz hadir di sana…”
    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

  6. #16

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    AREMA (ONGIS NADE)
    Posts
    240

    Default

    Baru tau ada cerita ts1 kmrn..
    Lanjutkan trs mbak phi.. Hehe
    RaphaeLLa, EL YUSUF, BEBELAC
    ONGIS NADE NEVER DIE


  7. #17
    ID3 Round 8 Heizl's Avatar
    Join Date
    Jul 2012
    Location
    Lampung
    Posts
    119

    Default

    wew, masih blm ada lanjutannya ternyata
    Minamoto no Kurou Yoshitsune

  8. #18

    Default

    Dear all,
    Maaf tidak bisa menyelesaikan tulisan ini karena satu chapter yang sangat ingin phi tulis masih belum mendapat konfirmasi dari pemainnya, phi benar-benar tidak berani untuk menuliskannya sebelum berhasil menghubungi ybs untuk mendapat persetujuannya. Dan itu cukup mengganggu mood untuk menyelesaikan penulisan chapter lainnya.
    Tapi bagi para pengejar mimpi di ts1 ss8 ini, phi ingin sampaikan itu adalah server terbaik bermain bersama kalian, yang tak ada satu pun yang mengedepankan ego. semoga sukses buat kalian di ts1 yg sedang berjalan
    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •